Bea materai elektronik untuk e-commerce, Ini dampaknya bagi UMKM

Sejumlah pengamat menilai rencana bea materai elektronik atau e-stamp on terms and conditions (GTC) dalam transaksi digital akan menimbulkan distorsi operasional bisnis, khususnya bagi UMKM yang perkembangannya sangat difasilitasi dengan adanya e- perdagangan.

Direktur Indonesia Services Dialogue Council (ISD) Devi Ariyani mengatakan sektor jasa dapat berkembang selama pandemi karena adopsi teknologi digital yang membantu meningkatkan efisiensi dan membuka peluang pasar baru.

Oleh karena itu, transformasi digital menjadi kunci agar perkembangan sektor jasa dapat terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar pemulihan ekonomi.

“Jadi alih-alih menghambat, justru harus didukung agar bisa terus menjadi perintis pengembangan sektor jasa ke depan,” kata Devi kepada media beberapa hari lalu.

Senada dengan Devi, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, juga menilai rencana bea meterai akan membebani platform e-commerce dan UMKM.

Yose mengatakan dengan perubahan kebijakan bea materai elektronik seperti itu, platform e-commerce juga akan melihat perubahan baik pada sistem maupun penambahan ruang untuk membuat segel itu sendiri. “Jadi perubahan sistem dan modul terkait platform,” kata Yose.

Yose juga menilai pemerintah akan mendapatkan keuntungan dari e-label, namun pemerintah juga perlu melihat apakah manfaat ini sebanding dengan ekonomi digital Indonesia yang cacat.

Simak terus berita menarik lainnya di samplebusinesstemplates.com

Jangan lewatkan berita terbaru tentang Kawasan Monas, cek disini.

Leave a Comment