Informasi Seputar Ekonomi Indonesia

Produksi Batu Bara Meningkat, Ahli Sarankan Percepat penggunaan LCS

Produksi Batu Bara Meningkat

bagu bara meningkatPeneliti Alpha Research Database Ferdy Hasiman berharap momentum Produksi Batu Bara Meningkat, dari sejumlah negara yang pasar non-tradisional. juga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan tambang kelas menengah ke bawah yang selama ini aksesnya relatif kecil ke pasar global. memiliki pasar.

Ferdy mendesak pemerintah melakukan negosiasi dengan calon pembeli untuk mengikutsertakan penambang kecil dan menengah terkait rencana pemenuhan pasokan batu bara di tengah krisis energi tahun ini.

“Oleh karena itu, kami berharap tidak hanya produsen besar yang bisa mendapatkan keuntungan dari ekspor batu bara ini, tetapi juga produsen kecil. Pemerintah harus bisa bernegosiasi dengan perusahaan batu bara kelas menengah ke bawah di Kalimantan dan Sumatera,” kata Ferdy melalui telepon, Jumat (17/6/2022).

Sistem LCS Di sisi lain, kata Ferdy, ada sejumlah hambatan bagi produsen batu bara domestik kelas menengah ke bawah untuk melakukan penjualan barang di pasar internasional.

Selain biaya pengiriman yang relatif tinggi, infrastruktur transaksi juga menjadi alasan mengapa produsen kecil enggan masuk ke pasar ekspor. “Pemerintah harus menjamin penggunaan mata uang lokal atau penyelesaian dalam mata uang lokal untuk usaha kecil untuk segera dipasok, jika tidak mereka tidak dapat berpartisipasi dalam ekspor,” katanya.

Produksi Batu LCS Segera Realisasikan

Akselerasi sistem Local Currency Settlement (LCS) transaksi batu bara, kata dia, juga akan berdampak positif bagi upaya produksi batu bara meningkat dan pemasaran emas hitam. Dengan demikian, rencana pemerintah menaikkan target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAB) tahun ini relatif ditopang oleh percepatan LCS di sektor perdagangan batu bara.

“Pemerintah harus memastikan ini kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mempercepat LCS dan meningkatkan produksi sehingga proses transaksi di bawah ini bisa cepat dan lancar,” ujarnya. Target Produksi Batubara Seperti diberitakan sebelumnya, Departemen Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) akan menaikkan target produksi batubara dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAB) perusahaan yang memiliki IUP pada pertengahan tahun ini.

Langkah tersebut seiring dengan meningkatnya permintaan komoditas batu bara dari beberapa negara Eropa dan India di tengah berlanjutnya gangguan pasokan energi global. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Dirjen Minerba) Ridwan Djamaluddin mengatakan Jerman secara resmi telah mengajukan permintaan untuk mendatangkan batu bara menjadi 150 juta ton tahun ini.

Sementara beberapa negara lain masih menunggu proses pengajuan resmi yang diharapkan bisa meningkatkan target produksi tambang hingga akhir tahun. “Nanti kita tambah produksi di RKAB, belum ada angkanya, tapi deskripsi kebutuhannya 150 juta [ton], angka Jerman bicara itu setahu saya,” kata Ridwan, saat ditemui incumbent usai pengarahan Gubernur dan Pj Bupati/Pj Walikota di Kantor Dinkes, Kamis (16/6/2022).

Ridwan memastikan kapasitas produksi dalam negeri relatif stabil hingga akhir tahun, sejalan dengan permintaan yang signifikan dari sejumlah negara non-tradisional. Menurut dia, cadangan batu bara sejumlah perusahaan besar seperti PT Bukit Asam Tbk.

PTBA Pengaruhi Batu Bara Meningkat

(PTBA) yang cukup besar untuk memenuhi permintaan baru tersebut. “Sumber batu bara kita masih cukup, bahkan yang besar. Termasuk PTBA dan lainnya, kami masih cukup,” katanya. Realisasi Produksi Batubara Sementara itu, realisasi produksi batubara pada pertengahan tahun ini masih relatif rendah karena adanya gangguan cuaca di awal tahun ini.

Minimnya pembiayaan dari perbankan juga mempengaruhi kegiatan eksplorasi di hulu tambang batu bara. Berdasarkan data Minerba One Data Indonesia per Jumat (17/6/2022), realisasi produksi batu bara baru mencapai 271,78 juta ton. Sedangkan realisasi ekspor mencapai 95,79 juta ton dan domestik 72,65 juta ton. Di sisi lain, pemenuhan domestic market obligation (DMO) telah mencapai 54,03 juta ton.

Sementara itu, Newcastle ICE Exchange pada Jumat (17/6/2022) menunjukkan harga batu bara untuk kontrak Juli 2022 kembali menguat setelah naik 0,41 persen menjadi $346,4 per ton. Dalam tiga bulan terakhir, harga batu bara semakin meningkat 51,17 persen dari perdagangan Maret 2022 di posisi $198,30 per ton. Sentimen harga batu bara di Bursa ICE Newcastle relatif kuat hingga pertengahan tahun ini, dengan harga komoditas naik 280,87 persen per tahun.

Bagi Anda yang ingin membaca berita menarik lainnya kunjungi terus samplebusinesstemplates.com

Exit mobile version