Berkat kenaikan PPN, pundi-pundi pajak bisa bertambah Rp 42 triliun

Penerimaan pajak tahun ini bisa naik menjadi Rp 42 triliun karena kenaikan PPN atau tarif PPN. Selain itu, ada potensi peningkatan rasio penerimaan pajak penjualan atau tarif pemungutan bruto pajak penjualan. Direktur Riset Center for Indonesian Tax Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai pemberlakuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) berpotensi menambah pundi-pundi penerimaan perpajakan tahun ini. Tak terkecuali untuk PPN yang tarifnya meningkat sejak April 2022. CITA meyakini bahwa kenaikan tarif PPN, bersama dengan peningkatan konsumsi masyarakat, berarti penerimaan pajak darinya bisa tumbuh. Penerimaan pajak dari PPN juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan total penerimaan.

“Menurut perhitungan awal kami, potensi penerimaan dari kenaikan tarif PPN sekitar Rp 42 triliun. Menambah pendapatan setelah sebulan mencapai Rp 4 triliun, saya kira kenaikan pendapatan tahun ini tidak akan jauh dari perkiraan awal kami,” kata Fajry kepada Bisnis, Senin (20/6/2022). Sebelumnya, kata Dirjen Pajak Pada Kementerian Keuangan, Suryo Utomo mengatakan, pihaknya mendapat tambahan pendapatan Rp 4,2 triliun dari pajak konsumsi di bulan pertama kenaikan tarif PPN, yang menjadi dasar perhitungan CITA tentang potensi tambahan pajak tahun ini selama sembilan bulan. Artinya, dengan asumsi tambahan Rp 4,2 triliun per bulan, ada potensi kenaikan PPN minimal Rp 37,8 triliun pada tahun ini.Sebagai pengingat, tarif pemungutan PPN bruto akan menjadi 2021 adalah 59,65 persen, artinya Pemerintah hanya mampu mengumpulkan 59,65 persen dari total potensi cukai yang ada. meningkat menjadi 61,29 persen year-on-year,” kata Fajry.

Leave a Comment