Pengembang berteriak harga rumah bersubsidi belum naik dalam 3 tahun!

Pengembang real estate masih menunggu keputusan pemerintah atas usulan kenaikan harga rumah bersubsidi sebesar 7 persen.

Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Real Estate Indonesia (DPP REI) Hari Gani mengatakan, kenaikan harga rumah bersubsidi menjadi lebih mendesak karena harga bahan bangunan terus naik.

Dia mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, biaya bahan bangunan meningkat.

Namun, harga jual rumah subsidi selama periode tersebut tidak berubah. “[Harga] rumah subsidi masih menunggu kami, rekan-rekan pengembang kami di daerah berteriak-teriak, pandemi melanda, harga juga belum naik,” kata Hari, Selasa (21/2022).

Hari mengungkapkan, berdasarkan pembicaraan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), usulan kenaikan harga rumah bersubsidi menjadi 7 persen telah disepakati.

Menurut dia, meski kenaikan tersebut masih di bawah usulan pengembang, besaran 7 persen itu masih lebih baik dari harga yang masih dipertahankan dengan kondisi saat ini.

Baca juga: PUPR: Kenaikan Harga Rumah Subsidi Menunggu Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani “Terakhir kita dengar dari teman-teman di PUPR bahwa ini memang bola Menkeu yang masih kita tunggu-tunggu,” ujarnya.

Leave a Comment